Kamis, 06 Oktober 2016

Lumajang ATIB Berseri



Budaya, Makanan dan Ciri Khas Lumajang
Lumajang merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Kota Lumajang berbatasan dengan Kabupaten Jember di sebelah timur, dan Kabupaten Probolinggo di sebelah utara, kabupaten Malang di sebelah barat dan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia. Lumajang juga merupakan kota yang memiliki banyak peninggalan-peninggalan bersejarah dari Kerajaan Lamajang, seperti Situs Biting yang merupakan salah satu benteng pertahanan dari kerajaan Lamajang. Selain itu di Lumajang juga memiliki kesenian, kesenian itu diantaranya Tari Kuda Kencak, tari Topeng dari Kaliwungu dan dan tari Glipang. Kesenian-kesenian mengiringi peristiwa-peristiwa dan juga cerita-cerita sejarah di Lumajang.
Makanan khas kota Lumajang
Sekarang kita akan bahas tentang makanan khas dari kota Lumajang antara lain :
      1.      Pisang Agung
 Hasil gambar untuk pisang agung
Kota pisang adalah sebutan dari kota Lumajang, oleh karena itu di kota Lumajang banyak sekali jenis-jenis dari pisang terutama di daerah Senduro. Pisang yang khas dari kota Lumajang adalah pisang agung. Pisang agung memiliki ukuran 2 sampai 3 kali lebih besar dari pisang lainnya. Pisang agung memiliki bentuk seperti tanduk yang sangat panjang.
     2.      Lupis Lumajang
 Hasil gambar untuk lupis lumajang
Lupis juga merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang direbus dalam waktu yang lama. Cara membuat lupis tidak jauh beda dengan cara membuat lontong pada umumnya. Biasanya lupis ini dilengkapi cenil, latok, apem, parutan kelapa dan gula merah yang sudah dicairkan. Saat memakan lupis kita akan merasakan manis, kenyal-kenyal dan nikmat yang luar biasa.
     3.      Bledus Jagung
 Hasil gambar untuk bledus
Bledus adalah makanan yang terbuat dari jagung pipil kering dan kemudian direndam selama satu malam. Selanjutnya direbus dengan waktu yang lama. Dan saat penyajian, biasanya dilengkapi dengan parutan kelapa. Saat dikunyah bledus akan meletus di dalam mulut, itulah mengapa makanan ini dinamakan bledus.
     4.      Lontong Petis
 Hasil gambar untuk lontong petis
Lontong petis merupakan makanan yang berbahan dasar dari lontong. Makanan khas Lumajang ini berbentuk prisma, dan biasanya lontong petis ini disajikan tidak hanya lontong dengan petis saja, tetapi dilengkapi dengan sayur, daging ayam, telur, tahu dan kentang.




Budaya Lumajang
1.      Jaran Kencak
Hasil gambar untuk jaran kencak
Jaran kencak adalah sebuah kesenian yang berasal dari kota Lumajang dan berarti kuda menari. Orang-orang meyakini bahwa kesenian jaran kencak pertama kali karena diciptakan oleh Klabisajeh. Awalnya Klabisajeh melakukan tapa di lereng gunung Lemongan. Karena kesaktiannya dia bisa menjinakkan kuda liar dan kemudian kuda tersebut tunduk dan menari, jadilah jaran kencak. Jaran artinya “kuda” dan kencak artinya “menari”. Kelenturan atau kelihaian kuda saat menari bergantung pada ketrampilan pawang saat melatih dan musik yang sedang mengiringinya. Musik yng mengiringi jaran kencak biasanya adalah gamelan sederhana yang berupa kendang, selompret, kenong dan kempul. Cara memukul atau menabuh alat musik  gamelannya sangat berpengaruh pada 4 budaya yakni kendang seperti gaya Bali dengan cara bagian kanan memakai tangan dan tetabuh dan bagian kiri hanya menggunakan tangan. Selompret terpengaruh reog Ponorogo dan pencak Madura. Sedangkan pada kenong dan kempul terpengaruh dari Jawa. Biasanya jaran kencak juga diiringi campursari.

2.      Tari Topeng Kaliwungu
Hasil gambar untuk tari topeng kaliwungu lumajang

Tari topeng Kaliwungu sampai saat ini masih tetap dilestarikan dan orang yang sangat berpengaruh dengan lahirnya tari Topeng ini adalah alm. Senemo. Dia sangat gigih dengan komitmennya untuk terus mengembangkan kesenian tari Topeng Kaliwungu ini sebagai kesenian yang berasal dari Kaliwungu, asli Lumajang. Sampai akhir hayatnya dia tetap berkomitmen seperti itu.
Topeng Kaliwungu awalnya digunakan sebagai pertunjukan awal atau pembukaan untuk pertunjukan Sandur Lumajang. Gerakan tarian ini menggambarkan perpindahan Arya Wiraraja sebagai raja Lamajang, yang berasal dari Sumenep pindah ke Lamajang. Gerakan yang tegas menggambarkan orang Madura yang sangat tegas dan gerakan yang lembut bercirikan khas dari orang Jawa.
3.      Tari  Glipang
Hasil gambar untuk tari glipang
Tari Glipang merupakan kesenian yang dilahirkan oleh KH Buyah pada tahun 1918 dengan motif gerakan pencak silat, beladiri seperti tendangan, tangkisan dan tarian. Glipang mmerupakan tarian seekelompok orang yang menggambarkan seorang prajurit yanng sedang melakukan latihan. Tari Glipang salah satu kesenian tradisional yang harus dilestarikan. Karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal, antara lain nilai moral, nilai perjuangan, nilai hiburan dan nilai religi. Untuk tetap menjaga kelestarian dari tari Glipang, maka tarian Glipang harus diperkenalkan kepada masyarakat melalui sanggar tari, lembaga pendidikan, pariwisata dan diikutkan festival, agar masyarakat lebih tahu tentang kesenian tari glipang.
Ciri khas Lumajang
Ciri khas yang dimiliki oleh Lumajang selain gunung Semeru adalah Pisang Agung yang sangat besar. Pisang ini tersebar luas di daerah Senduro, Ranuyoso dan Klakah. Ciri khas lain adalah Pura Mandaragiri Semeru Agung yang banyak orang menyebutnya “Naik Hajinya Orang Hindu se-Indonesia”. Pura yang mempunyai sebutan lain Pura Kahyangan Jagat (tempat memuja Hyang Widhi Wasa), selalu ramai setiap harinya, apalagi ketika ada kegiatan atau upacara keagamaan umat Hindu.

Lumajang yang dikenal dengan kota kecil ini mulai berbenah dari tahun ke tahun. Prestasi demi prestasi pun diperoleh, salah satunya adalah Adipura, yakni penghargaan terhadap pengelolaan dan kebersihan lingkungan. Maka tak heran jika sampai saat ini Lumajang kerap sekali mendapatkan adipura dari tahun ke tahun, serta penghargaan Adiwiyata yang diperoleh oleh sekolah-sekolah di Lumajang. Maka slogan Atib Berseri (Aman, Tertib, Bersih, Sehat Indah dan Asri) pun selalu bergaung di Lumajang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar