Budaya, Makanan dan Ciri Khas Lumajang
Lumajang merupakan sebuah kabupaten
di Provinsi Jawa Timur. Kota Lumajang berbatasan dengan Kabupaten Jember di
sebelah timur, dan Kabupaten Probolinggo di sebelah utara, kabupaten Malang di
sebelah barat dan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia. Lumajang
juga merupakan kota yang memiliki banyak peninggalan-peninggalan bersejarah
dari Kerajaan Lamajang, seperti Situs Biting yang merupakan salah satu benteng
pertahanan dari kerajaan Lamajang. Selain itu di Lumajang juga memiliki
kesenian, kesenian itu diantaranya Tari Kuda Kencak, tari Topeng dari Kaliwungu
dan dan tari Glipang. Kesenian-kesenian mengiringi peristiwa-peristiwa dan juga
cerita-cerita sejarah di Lumajang.
Makanan khas
kota Lumajang
Sekarang kita akan bahas tentang
makanan khas dari kota Lumajang antara lain :
1.
Pisang
Agung
Kota pisang
adalah sebutan dari kota Lumajang, oleh karena itu di kota Lumajang banyak
sekali jenis-jenis dari pisang terutama di daerah Senduro. Pisang yang khas
dari kota Lumajang adalah pisang agung. Pisang agung memiliki ukuran 2 sampai 3
kali lebih besar dari pisang lainnya. Pisang agung memiliki bentuk seperti
tanduk yang sangat panjang.
2.
Lupis
Lumajang
Lupis juga
merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang direbus dalam waktu yang
lama. Cara membuat lupis tidak jauh beda dengan cara membuat lontong pada
umumnya. Biasanya lupis ini dilengkapi cenil, latok, apem, parutan kelapa dan
gula merah yang sudah dicairkan. Saat memakan lupis kita akan merasakan manis,
kenyal-kenyal dan nikmat yang luar biasa.
3.
Bledus
Jagung
Bledus adalah
makanan yang terbuat dari jagung pipil kering dan kemudian direndam selama satu
malam. Selanjutnya direbus dengan waktu yang lama. Dan saat penyajian, biasanya
dilengkapi dengan parutan kelapa. Saat dikunyah bledus akan meletus di dalam
mulut, itulah mengapa makanan ini dinamakan bledus.
4.
Lontong
Petis
Lontong petis
merupakan makanan yang berbahan dasar dari lontong. Makanan khas Lumajang ini
berbentuk prisma, dan biasanya lontong petis ini disajikan tidak hanya lontong dengan
petis saja, tetapi dilengkapi dengan sayur, daging ayam, telur, tahu dan
kentang.
Budaya Lumajang
1.
Jaran
Kencak
Jaran kencak
adalah sebuah kesenian yang berasal dari kota Lumajang dan berarti kuda menari.
Orang-orang meyakini bahwa kesenian jaran kencak pertama kali karena diciptakan
oleh Klabisajeh. Awalnya Klabisajeh melakukan tapa di lereng gunung Lemongan.
Karena kesaktiannya dia bisa menjinakkan kuda liar dan kemudian kuda tersebut
tunduk dan menari, jadilah jaran kencak. Jaran artinya “kuda” dan kencak
artinya “menari”. Kelenturan atau kelihaian kuda saat menari bergantung pada
ketrampilan pawang saat melatih dan musik yang sedang mengiringinya. Musik yng
mengiringi jaran kencak biasanya adalah gamelan sederhana yang berupa kendang,
selompret, kenong dan kempul. Cara memukul atau menabuh alat musik gamelannya sangat berpengaruh pada 4 budaya
yakni kendang seperti gaya Bali dengan cara bagian kanan memakai tangan dan
tetabuh dan bagian kiri hanya menggunakan tangan. Selompret terpengaruh reog
Ponorogo dan pencak Madura. Sedangkan pada kenong dan kempul terpengaruh dari
Jawa. Biasanya jaran kencak juga diiringi campursari.
Tari topeng Kaliwungu sampai saat ini masih tetap dilestarikan dan
orang yang sangat berpengaruh dengan lahirnya tari Topeng ini adalah alm.
Senemo. Dia sangat gigih dengan komitmennya untuk terus mengembangkan kesenian
tari Topeng Kaliwungu ini sebagai kesenian yang berasal dari Kaliwungu, asli
Lumajang. Sampai akhir hayatnya dia tetap berkomitmen seperti itu.
Topeng Kaliwungu awalnya digunakan sebagai pertunjukan awal atau
pembukaan untuk pertunjukan Sandur Lumajang. Gerakan tarian ini menggambarkan
perpindahan Arya Wiraraja sebagai raja Lamajang, yang berasal dari Sumenep
pindah ke Lamajang. Gerakan yang tegas menggambarkan orang Madura yang sangat
tegas dan gerakan yang lembut bercirikan khas dari orang Jawa.
3.
Tari Glipang
Tari Glipang
merupakan kesenian yang dilahirkan oleh KH Buyah pada tahun 1918 dengan motif
gerakan pencak silat, beladiri seperti tendangan, tangkisan dan tarian. Glipang
mmerupakan tarian seekelompok orang yang menggambarkan seorang prajurit yanng
sedang melakukan latihan. Tari Glipang salah satu
kesenian tradisional yang harus dilestarikan. Karena mengandung nilai-nilai
kearifan lokal, antara lain nilai moral, nilai perjuangan, nilai hiburan dan
nilai religi. Untuk tetap menjaga kelestarian dari tari Glipang, maka tarian
Glipang harus diperkenalkan kepada masyarakat melalui sanggar tari, lembaga
pendidikan, pariwisata dan diikutkan festival, agar masyarakat lebih tahu
tentang kesenian tari glipang.
Ciri khas Lumajang
Ciri khas yang dimiliki oleh Lumajang selain gunung Semeru adalah Pisang
Agung yang sangat besar. Pisang ini tersebar luas di daerah Senduro, Ranuyoso
dan Klakah. Ciri khas lain adalah Pura Mandaragiri Semeru Agung yang banyak
orang menyebutnya “Naik Hajinya Orang Hindu se-Indonesia”. Pura yang mempunyai
sebutan lain Pura Kahyangan Jagat (tempat memuja Hyang Widhi Wasa), selalu
ramai setiap harinya, apalagi ketika ada kegiatan atau upacara keagamaan umat
Hindu.
Lumajang yang dikenal dengan kota kecil ini mulai berbenah dari tahun ke tahun. Prestasi demi prestasi pun diperoleh, salah satunya adalah Adipura, yakni penghargaan terhadap pengelolaan dan kebersihan lingkungan. Maka tak heran jika sampai saat ini Lumajang kerap sekali mendapatkan adipura dari tahun ke tahun, serta penghargaan Adiwiyata yang diperoleh oleh sekolah-sekolah di Lumajang. Maka slogan Atib Berseri (Aman, Tertib, Bersih, Sehat Indah dan Asri) pun selalu bergaung di Lumajang.
Lumajang yang dikenal dengan kota kecil ini mulai berbenah dari tahun ke tahun. Prestasi demi prestasi pun diperoleh, salah satunya adalah Adipura, yakni penghargaan terhadap pengelolaan dan kebersihan lingkungan. Maka tak heran jika sampai saat ini Lumajang kerap sekali mendapatkan adipura dari tahun ke tahun, serta penghargaan Adiwiyata yang diperoleh oleh sekolah-sekolah di Lumajang. Maka slogan Atib Berseri (Aman, Tertib, Bersih, Sehat Indah dan Asri) pun selalu bergaung di Lumajang.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar